Minggu, 18 Januari 2015

cara mudah memahami paytren


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


"...CARA MUDAH MEMAHAMI TRENI..."
Mitra TRENI yang masih bingung memahami dan menjelaskan cara kerja bisnis TRENI, silakan jalan-jalan ke kantor pos terdekat.
Disana ada banner BESAR tentang POSPAY: 'Bisa Bayar Apa Saja'.
Ini bukan bicara tentang Pospay, tapi semata untuk mengerti dan melihat CARA KERJA BISNIS YG SERUPA TRENI.
Di Pospay, JUGA MENAWARKAN KEAGENAN bagi siapa yang mau jadi pengelola loket.
Syaratnya :
* punya tempat usaha yg strategis
* peralatan komputer,
* printer
* internet
silakan anda cek di website pospay atau tanya langsung ke kantor pos. fee yang dibagi untuk agen pengelola loket, ADA LISTNYA PER TRANSAKSI : rata-rata 900-1500 rupiah.
Di Pospay, JUGA MEMBUKA PENDAFTARAN KORLAP atau koordinator, yang bertanggung jawab membantu kesulitan downline.
inilah yang bagi TRENI disebut SPONSOR/REFERRAL.
keuntungan yg diperoleh korlap: fee 100 rupiah dari tiap transaksi downline (dipotong dari fee downline), dan diperbolehkan MENARIK UANG PENDAFTARAN KE AGEN.
Apa ini MONEYGAME? Tidak mungkin PT. Pos melakukan money game. segala kerjanya pasti ada PAYUNG HUKUMNYA.
Nah, sama saja kan cara kerjanya dengan TRENI?
silakan dicari jenis jasa PPOB yg lain, lalu kita bisa bandingkan dan pelajari agar lebih paham. Ini kan sebenarnya SISTEM DAGANG BIASA. ada pengecer, ada agen, ada distributor, ada produsen. Masing-masing ambil keuntungan yang tingkatannya tentu berbeda, tergantung dari kemampuan dan modal usaha.
Distributor pasti dapat keuntungan yg lebih banyak, karena dia butuh usaha dan modal labih banyak untuk ambil ke pabrik dalam jumlah besar, yang kemudian didistribusi ke agen.
distributor merugikan pengecer?
ya tidak.
kan, dia dapat harga lebih murah karena mengeluarkan modal lebih besar, dengan resiko yang lebih besar pula.
Ilustrasi sederhananya : Ini ada produsen, misal PLN. dia punya ratusan juta pelanggan diseluruh Indonesia, yang setiap bulan perlu ditagih iuran listriknya.
Loket-loket PPOB ini, apapun itu, termasuk TRENI ibaratnya adalah agen, makelar yg menawarkan jasa membantu PT PLN menagih iuran listrik dari pelanggannya. Kalau tidak ada jasa PPOB (bank, koperasi, minimarket dsb) yang membantu PLN, akan harus menyediakan loket di kantor-kantor PLN untuk menerima pembayaran iuran.
Harus menggaji pegawai loket. berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan dengan jumlah pelanggan yang ratusan juta orang itu. mungkin persis seperti jaman baheula dulu, kalau gak langsung ke kantor PLN bayarnya ya ke KUD.
Kehadiran jasa PPOB dengan teknologi yang semakin canggih, membantu meringankan kerja PLN, memangkas biaya mereka.
PASTI ADA KOMISI dong. sama saja agen tiket, agen bus, pasti ada komisi.
Jadi, apa yg salah kalau TRENI dapat komisi dengan menyediakan jasa pembayaran?
Bedanya : TRENI TIDAK HARUS punya kantor offline, kantornya virtual, teknologi masa depan yang mungkin banyak orang masih belum terbuka wawasannya.
Bedanya : TRENI MEMBUKA PELUANG seluasnya bagi masyarakat untuk punya loket payment, melayani transaksi pribadi mereka sendiri, tanpa perlu modal banyak, tanpa ribet sudah bisa jualan jasa/produk.
sama juga dengan pulsa, TRENI jadi agen, jadi makelar untuk menyalurkan/menjual pulsa kepada ratusan juta pelanggan provider seluler yg bermacam-macam ini.
Ya pastilah ada komisinya dari perusahaan provider seluler itu. Yang pernah jualan pulsa, pasti tahu ada prosedurnya kan utk ambil ke agen. harus daftar, ada biaya awal (beli strarter pack).
KESIMPULANNYA : sebenarnya gak ada yang ANEH dengan kegiatan TRENI.

tonton vidio tvri : https://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=8MpH_NABV38

untuk mempelajari, memahami, dan daftar segera  KLIK DI SINI

Semoga tulisan ini mencerahkan.
Salam sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar